Sepotong Hati yang Baru

Kita hanya punya sepotong hati, bukan?
Satu-satunya.

Lantas bagaimana kalau hati itu terluka?
Disakiti justru oleh orang yang kita cintai?
Aduh, apakah kita bisa mengobatinya?
Apakah luka itu bisa pulih, tanpa bekas?
Atau jangan-jangan,
Kita harus menggantinya dengan sepotong hati yang baru?

Lantas, apakah tetap cinta namanya meski telah kehilangan kepercayaan dan komitmen? Apakah kita bersedia mengorbankan cinta demi kepentingan yang lebih besar, atau tetap dengan ego demi kebahagiaan sendiri?
Ada banyak pertanyaan tentang sepotong hati ini.

Maka semoga datanglah pemahaman baik itu. Bahwa semua pengalaman cinta adalah spesial. Sama spesialnya dengan milik kita. Tidak peduli sesederhana apapun itu, sepanjang dibungkus dengan pemahaman-pemahaman yang baik.

Comments