Ketika hati merindu

Bolehkah menyatakan kerinduan? Perasaan kepada seseorang?

Tentu saja boleh. Tapi jika kita belum siap untuk mengikatkan diri dalam hubungan yang serius, ikatan yang bahkan oleh negara pun diakui dan dilindungi, maka sampaikanlah perasaan itu pada angin saat menerpa wajah, pada tetes air hujan saat menatap keluar jendela, pada butir nasi saat menatap piring, pada cicak di langit-langit kamar saat sendirian dan tak tahan lagi hingga boleh jadi menangis.

Dan jangan lupa, sampaikanlah perasaan itu pada yang maha menyayangi. Semoga semua kehormatan perasaan kita dibalas dengan sesuatu yang lebih baik.


*Tere Lije




Sebuah post menarik dari page penulis novel yaitu Darwis Tere Liye di facebook yang aku baca malam ini. Tentang sebuah kerinduan kepada seseorang. Bahwa mungkin kerinduan tersebut membuatnya menderita bahkan tak kuasa menahan tangisnya. Tetapi, jika memang kerinduan itu belum bisa disampaikan, disinilah sebuah kesabaran diperlukan.
Saat diri dan hati belum siap untuk sebuah ikatan syah, biarlah semua itu menjadi rahasia hati walaupun mungkin sangat membebani.
Biarlah Tuhan yang menentukan, memutuskan apa yang seharusnya terjadi.
Karena hanya Tuhan lah pembuat skenario terbaik untuk hidup kita..


*Skenario yang terbaik

Engkau tahu, duhai tetes air hujan, kering sudah air mata, tidur tak nyenyak, makan tak enak, tersenyum penuh sandiwara, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.

Engkau tahu, duhai gemerisik angin,kalau boleh, ingin kutitipkan banyak hal padamu, sampaikan padanya sepotong kata, tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan melihat semuanya.

Engkau tahu, duhai tokek di kejauhan,setiap kali kau berseru 'tokekk', aku ingin sekali menghitung, satu untuk iya, satu untuk tidak, lantas berharap kau berbunyi sekali lagi agar jawabannya 'iya', dan berharap kau berhenti jika memang sudah 'iya', tapi itu tak bisa kulakukan, biarlah Tuhan mendengar semuanya.

Engkau tahu, duhai retakan dinding,sungguh aku tak tahu lagi berapa dalam retaknya hati ini, besok lusa, mudah saja memperbaiki retakanmu dinding, tinggal ambil semen dan pasir, tapi hatiku, entah bagaimana merekatkannya kembali, tapi biarlah Tuhan menyaksikan semuanya.

Wahai orang-orang yang merindu, maka malam ini, akan kusampaikan sebuah kabar gembira dari sebuah nasehat bijak. Kalian tahu, buku-buku cinta yang indah, film-film roman yang mengharukan, puisi-puisi perasaan yang mengharu biru, itu semua ditulis oleh penulisnya. Maka, biarlah, biarlah kisah perasaan kalian yang spesial, ditulis langsung oleh Tuhan. Percayakan pada yang terbaik.

--Tere Liye


ALLAH selalu tau, apa saja yang terbaik untuk kita, untuk semua dan sepenuh hidup kita. Tidak perlu khawatir tentang semuanya, selalu ada jalan dan selalu ada saatnya untuk semua hal.

Meski tak mudah menerapkannya dalam hidup, meski perasaan dan hati memberontak, meski air mata terkadang tak bertahan di tempatnya dan jatuh mengalir mengatakan jeritan hati, tetapi bisa saja, 1 tahun kemudian, 2 tahun kemudian, atau beberapa jauhnya tahun yang akan datang, kita akan mengerti dan menyadari. Betapa memang hal yang kita salahkan, hal yang sekarang kita tangisi, hal yang sekarang membuat resah hati, itu memang merupakan skenario terbaik. Karena, kita tidak akan kehilangan sesuatu, kecuali untuk mendapatkan yang jauh lebih baik :)

Keep smile and positive thinking..ALLAH senantiasa bersama hambaNya yang sabar. ALLAH selalu ada, dan yang kita butuh adalah menghampiriNya, mendekatkan diri kepadaNya, mintalah kepadaNya untuk membantu kita mengendalikan hati kita, merancangkan hidup dan jalan terindah untuk kita.

yaa ALLAH..lapangkanlah dadaku..walau aku sering merasa aku tak bisa menanggungnya semua beban hidup ini, tetapi aku tau, ENGKAU selalu memberi solusi :)  aamiin

Comments